"CARI HARGA TERMURAH KAOS UNTUK MAWARKU"
Waktu itu, Sabtu siang, diluar gedung hujan tampak deras sekali. Terlihat ada 2 anak saskor (sastra korea), yang yeoja (cewek) dari saskor UI Depok, bernama Mawar. Dan yang namja (cowok) dari saskor UNAS Jkt, bernama Reiza. Mereka janji temu di kantin KCC (Korean Culture Center) di Lt. 14 Gd Equity Tower Senayan Jkt untuk sesuatu hal yg berhubungan dengan nyawa mereka.
Mawar : "Inilah diriku, sekarang di depan Qmu. Apa yang Qmu mau dari aku sekarang? masih mau membunuhku? seperti dalam isi WA Qmu kemarin itu? Wae (Kenapa, bahasa Korea)? Kenapa cara Qmu mencintaiku aneh kayak gini?"
Kantin yg sdg libur itu pun menjadi saksi kisah cinta mereka berdua saat itu.
Reiza : "Iya, aku tetap jadi membunuh Qmu sekarang. Memang kenapa?"
Mawar tiba-tiba menangis, sejadi-jadinya, menyesali sikap namja chingu (pacar, bahasa Korea)nya berubah drastis begitu cepatnya seperti itu.
Mawar : "... tapi kenapa? Apakah Qmu sudah lupa dengan perkataan Qmu dulu kalau Allah telah menuliskan nama Qta berdua di lauh al mahfudz sana. Dan aku sebagai bagian dari tulang rusukmu yang telah lama hilang itu....
Mawar pun menyeka buliran-buliran hangat yg tiba-tiba saja mengalir derasnya di kedua pipinya yg putih seputih pipi Park Shin Hye itu.
Mendadak suasana pun hening bening, keduanya saling diam sejenak. Dan kepala Mawar pun terasa semakin berat saja, tdk lagi berani menatap guardian angelnya itu lagi seperti dulu. Mawar pun menunduk untuk sembunyikan tangisnya.
Reiza : "Sikapku tetap tidak berubah. Sekarang aku sudah menyiapkan sesuatu untuk membunuhmu..."
Mawar : (Mawar pun sontak saja mulai gemetar tubuhnya.)
Reiza : "SREEK"
Reiza dengan tiba-tiba memegang pundak kiri yang malah makin membuat Mawar gemetar makin hebat. Diam. Lalu menatap lekat wajah yeoja chingunya itu, yg semakin memucat seperti mayat.
Mawar : "HFHFHKHIKS... mianhae (ma’af, bahasa Korea) oppa (kakak, bhasa Korea)... HFHFH"
Sekarang Mawar semakin menggigil tubuhnya. Dan...
Reiza : "Mianhae... yang aku bunuh dari Qmu adalah pikiranmu agar hayalmu tentang aku dan kita berhenti sudah. Diganti rencana masa depan Qta. Juga... yang aku bunuh adalah perasaanmu yang menggantung tentang aku dan kita, agar berhenti sudah. Diganti rasa cinta Qta berdua yang abadi sebagai wasilah (media, bahasa Arab) amal Qta pada Allah SWT. Inilah dia senjata yang kupakai untuk membunuhmu sekarang..."
Reiza tampak mengeluarkan sesuatu dari kantong saku kanan jaket Taekwondonya. Mawar makin gemetar saja sejadi-jadinya, pikiran & perasaannya pun dibuat semakin kacau balau dengan keadaan tegang itu. Waktu berjalan begitu sangat cepat. Suasana hening bening kantin KCC itu berbalik membikin bulu kuduk Mawar merinding. Lalu sedetik kemudian...
Mawar : "Astaghfirullahaladzim... Astaghfirullahaladzim, HFHFFHK!"
Mawar terkejut bukan main sambil refleks, diapun menutup sebagian wajahnya dengan tangan kanannya yang mungil nan imut itu. Yang terlihat hanya matanya yang sipit sebagaimana gadis blasteran Korea pada umumnya. Dan sekarang kembali menangis. Bahkan sangat kencang di tengah heningnya kantin KCC kala itu. Tapi... sekarang menangis sambil terharu biru, begitu terkejutnya dia. Karena melihat senjata pembunuh dirinya ternyata ini, ‘bunga mawar ungu’ nan mungil, dengan secarik kertas pink menggantung di tangkainya. Yang lalu dia baca, isinya:
“Mianhae Mawarku, maukah Qmu sekarang jadi ibu dari anak-anakku? Btw, sekarang cari kaos couple sarangheyo yuk di boneprice, cari harga termurah . Buat nanti besok malam minggu, aku bersama kamu ketemuan dengan orang tua Qmu... mengkhitbah (meminang, bahasa Arab) Qmu, saranghae Mawar.”
Mawar : "Inilah diriku, sekarang di depan Qmu. Apa yang Qmu mau dari aku sekarang? masih mau membunuhku? seperti dalam isi WA Qmu kemarin itu? Wae (Kenapa, bahasa Korea)? Kenapa cara Qmu mencintaiku aneh kayak gini?"
Kantin yg sdg libur itu pun menjadi saksi kisah cinta mereka berdua saat itu.
Reiza : "Iya, aku tetap jadi membunuh Qmu sekarang. Memang kenapa?"
Mawar tiba-tiba menangis, sejadi-jadinya, menyesali sikap namja chingu (pacar, bahasa Korea)nya berubah drastis begitu cepatnya seperti itu.
Mawar : "... tapi kenapa? Apakah Qmu sudah lupa dengan perkataan Qmu dulu kalau Allah telah menuliskan nama Qta berdua di lauh al mahfudz sana. Dan aku sebagai bagian dari tulang rusukmu yang telah lama hilang itu....
Mawar pun menyeka buliran-buliran hangat yg tiba-tiba saja mengalir derasnya di kedua pipinya yg putih seputih pipi Park Shin Hye itu.
Mendadak suasana pun hening bening, keduanya saling diam sejenak. Dan kepala Mawar pun terasa semakin berat saja, tdk lagi berani menatap guardian angelnya itu lagi seperti dulu. Mawar pun menunduk untuk sembunyikan tangisnya.
Reiza : "Sikapku tetap tidak berubah. Sekarang aku sudah menyiapkan sesuatu untuk membunuhmu..."
Mawar : (Mawar pun sontak saja mulai gemetar tubuhnya.)
Reiza : "SREEK"
Reiza dengan tiba-tiba memegang pundak kiri yang malah makin membuat Mawar gemetar makin hebat. Diam. Lalu menatap lekat wajah yeoja chingunya itu, yg semakin memucat seperti mayat.
Mawar : "HFHFHKHIKS... mianhae (ma’af, bahasa Korea) oppa (kakak, bhasa Korea)... HFHFH"
Sekarang Mawar semakin menggigil tubuhnya. Dan...
Reiza : "Mianhae... yang aku bunuh dari Qmu adalah pikiranmu agar hayalmu tentang aku dan kita berhenti sudah. Diganti rencana masa depan Qta. Juga... yang aku bunuh adalah perasaanmu yang menggantung tentang aku dan kita, agar berhenti sudah. Diganti rasa cinta Qta berdua yang abadi sebagai wasilah (media, bahasa Arab) amal Qta pada Allah SWT. Inilah dia senjata yang kupakai untuk membunuhmu sekarang..."
Reiza tampak mengeluarkan sesuatu dari kantong saku kanan jaket Taekwondonya. Mawar makin gemetar saja sejadi-jadinya, pikiran & perasaannya pun dibuat semakin kacau balau dengan keadaan tegang itu. Waktu berjalan begitu sangat cepat. Suasana hening bening kantin KCC itu berbalik membikin bulu kuduk Mawar merinding. Lalu sedetik kemudian...
Mawar : "Astaghfirullahaladzim... Astaghfirullahaladzim, HFHFFHK!"
Mawar terkejut bukan main sambil refleks, diapun menutup sebagian wajahnya dengan tangan kanannya yang mungil nan imut itu. Yang terlihat hanya matanya yang sipit sebagaimana gadis blasteran Korea pada umumnya. Dan sekarang kembali menangis. Bahkan sangat kencang di tengah heningnya kantin KCC kala itu. Tapi... sekarang menangis sambil terharu biru, begitu terkejutnya dia. Karena melihat senjata pembunuh dirinya ternyata ini, ‘bunga mawar ungu’ nan mungil, dengan secarik kertas pink menggantung di tangkainya. Yang lalu dia baca, isinya:
“Mianhae Mawarku, maukah Qmu sekarang jadi ibu dari anak-anakku? Btw, sekarang cari kaos couple sarangheyo yuk di boneprice, cari harga termurah . Buat nanti besok malam minggu, aku bersama kamu ketemuan dengan orang tua Qmu... mengkhitbah (meminang, bahasa Arab) Qmu, saranghae Mawar.”

Boneprice.com emang keren, saya jadi bisa cari harga dari semua olshop yang ada di internet
ReplyDeleteYoi masbro, sepakat, kayak jaring laba2x semua info jadi ngumpul dlm satu waktu, jadi gampang bandingin deh buat cari harga termurah, hehe
ReplyDelete